Atmosphere of Indonesia di Matruh, Aji Surya Mengharapkan Penguatan Hubungan Diplomasi dengan Kementerian Budaya Republik Arab Mesir





PPMIMesir, Matruh- Sabtu, 31 Agustus KBRI Kairo bersama PPMI purna mengadakan Atmosphere of Indonesia yang keempat kalinya di provinsi Matruh. Setelah sebelumnya acara diplomasi sekaligus pengenalan kebudayaan Indonesia tersebut digelar di Provinsi Asyut dan Baheera. Dalam acara yang dihadiri oleh masyarakat Matruh tersebut, hadir di antaranya Muhammad Aji Surya selaku wakil KBRI Kairo, Muhamammad Abu Ganimah selaku Sekertaris Umum Provinsi Matruh mewakili Gubernur Matruh, al-Liwa’ Majdi al-Gharabali dan Ahmad Ramadhan selaku konsultan budaya.


Acara dibuka dengan lagu kebagsaan kedua negara. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan kesenian. Di dalamnya terdiri dari tari Zapin, tari Rampak Bedug, Tari Ripai Geleng dan musik Angklung yang diakhiri dengan pembagian hadiah bagi para hadirin pada malam itu. 


Dikutip dari Dostor.org, Abu Ganimah dalam sambutannya, menyampaikan bahwa Indonesia dan Mesir memiliki ikatan historis. Hal ini dikuatkan dengan hubungan saling bantu membantu di segala lini. Baik dalam lini politik, SDM, maupun ekonomi.


Dan hari ini, kembali Indonesia dan Mesir mengukuhkan eksistensi persahabatannya dengan acara kebudayaan di panggung opera Matruh ini. Lebih dari itu, Mesir selaku bangsa yang berbudaya akan selalu menerima kehadiran budaya tamu yang bertandang ke Mesir. 
  

Kemudian, dalam sambutan dari Aji Surya selaku wakil KBRI Kairo turut memperkenalkan Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa, Indonesia adalah negara yang memiliki penduduk sekitar 260 juta jiwa. Di hadapan masyarakat Matruh, beliau juga menyampaikan bahwa dari jumlah penduduk Indonesia tersebut, Indonesia terdiri dari lebih 16.000 pulau dan memiliki sekitar 300 suku. Kendati demikian, tingginya pluralitas suku serta memiliki agamanya yang berbeda-beda, hingga hari ini Indonesia masihlah sebagai bangsa yang satu.


Indonesia sebagai negara yang dikenal besar dari segi jumlah penduduknya, di dalamnya memiliki sekitar 225.000 penduduk muslim. Kendati Indonesia tidak menerapkan syariat Islam dalam perundang-undangannya, Islam telah merasuk ke dalam budaya masyarakatnya.


Islam yang dianut oleh muslim di Indonesia sebagaimana masyarakat Mesir, menganut Islam moderat sebagai materi pembelajarannya. Dalam perkembangannya Islam Indonesia sedikit banyak dipengaruhi oleh pemahaman Islam di Mesir yang dibawa oleh para pembesar al-Azhar sejak dua abad yang lalu. Dan kemajuan dalam pemahaman agama tersebut, tidak lepas dari peran ribuan alumni-alumni al-Azhar yang telah pulang ke Indonesia. Yang mana telah menyebarkan toleransi dan rasa saling menghormati di seluruh belahan Indonesia.


Beliau pun melanjutkan bahwa, hingga saat ini ada sekitar 7000 mahasiswa Indonesia yang sedang mengenyam pendidikan di Universitas al-Azhar. Selain memiliki kesamaan sebagai warga negara, mahasiswa Indonesia tetap kukuh memegang warisan tradisi bangsanya. Dan Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) hari ini, menggelar acara yang menunjukkan identitas budayanya. Dengan media musik, tari, pameran dsb. Mereka membawa budaya Indonesia ke Matruh, dengan harapan dapat menjadi pengerat hubungan antara kedutaan Indonesia dan kementerian budaya Republik Arab Mesir.



Rep: Ahsan

Post a Comment

0 Comments