Menko I PPMI Adakan Pembekalan, Calon Wisudawan; Acara Ini yang Sangat Dibutuhkan Wisudawan


Kairo, PPMI— Sebanyak 33 calon wisudawan dan wisudawati PPMI Mesir menghadiri acara seminar hari ini (28/09/19) di Markaz Nile Center, Hay Sabi'. Jumlah tersebut merupakan seperlima dari jumlah calon wisudawan-wisudawati yang sudah terdaftar untuk mengikuti wisuda di hari Kamis mendatang (3/10/19).

Acara yang dipanitiai oleh Menko 1 dari PPMI tersebut mengangkat tema “Pembekalan Calon Wisudawan” . Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Nasruddin Babas (ketua dua PPMI) dalam sambutannya, bahwa seminar yang merupakan program tahunan dari PPMI ini bertujuan untuk membantu calon wisudawan untuk lebih lebar membuka jalan mereka menuju masa depan. “Oleh sebab itu, pemateri yang didatangkan juga orang-orang yang luar biasa, “ lanjutnya.

Setelah sambutan dari ketua acara dan ketua II PPMI, acara langsung berlanjut dengan seminar.  Seminar pertama diampu oleh Aji Surya atau yang biasa Masisir kenal dengan Pak De. Setelah Qathrun Nada az-Zakiyah (selaku moderator) membacakan CV-nya, sekitar pukul 10.30 Pak De mulai menyampaikan materinya. Saat pemberian materi, Pak De memaparkan tiga slide yang sudah beliau siapkan melalui proyektor. Slide  pertama yang adalah tentang “memahami Indonesia”, slide kedua dinamakannya dengan “ABC Competity Global” , dan slide terakhirnya diberi judul dengan “The Power of Net Working,”. Pada intinya, dari ketiga slide tersebut, Pak De memberi pesan bahwa dunia saat ini adalah tentang kompetisi. Maka, kita sebagai milenial yang merupakan 63 juta jiwa dari  264 juta penduduk Indonesia sudah harus memahami bahwa kita adalah pemegang masa depan di tahun 2045 nanti.

Setelah pemateri pertama usai, Qatrunnada melanjutkan diskusi dengan pemateri kedua, Bapak Musthafa Abdurrahman. Dalam diskusinya ada banyak hal yang beliau amanahkan. Salah satu di antaranya adalah sebagian alumni Mesir masih terpaku untuk berkontribusi dalam pasar-pasar tradisional seperti mengajar di desa, pesantren, dan lainnya. Namun, meskipun demikian, sudah seyogianya bagi  para alumni untuk Mesir membumikan media dan literasi dalam pasar-pasar tersebut.

Selain kedua pemateri tersebut, ada juga dua pemateri lainnya yakni Bapak Aang (Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin) dan Bapak Gunawan (General Manager Indomie Mesir). Keduanya dimoderatori oleh Kevin Damara. Pak Aang, yang memang berlatar belakang sebagai seorang akademisi memberikan taktik bagi para peserta, khususnya mereka yang berniat untuk mencari beasiswa untuk studi lanjutannya, bahwa di Indonesia tidak hanya melihat kualitas keilmuan, namun juga melihat kelinearan dari jurusan yang dilalui. Maka berangkat dari hal tersebut, para wisudawan diwanti-wanti untuk tetap melinearkan jurusan nantinya. Selain itu, beliau juga menyarankan kepada peserta acara tersebut untuk tidak mencari beasiswa sebatas dari regulasi yang tertera di google saja, namun juga harus menemukan senior yang lebih dulu berhasil menerobos beasiswa tersebut.

Lain lagi, dengan Bapak Gunawan yang memang berlatar belakang seorang pebisnis, beliau menyalurkan semangat kepada para peserta yang hadir, jika memang memiliki jiwa dalam berbisnis, maka diharapkan bagi kaum muda, atau para peserta acara tersebut khususnya, untuk tidak takut membuka ragam usaha. Di tengah-tengah istirahat, kami berhasil menanyakan perihal kesan diselenggarakannya acara tersebut kepada IipThoyyibah yang merupakan salah satu dari calon wisudawati yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia mengatakan, “Acara ini penting banget, dibutuhkan, apalagi bagi kami yang sebentar lagi akan terjun di masyarakat. Seharusnya malah pematerinya lebih varian. Sebab, jika dibandingkan dengan kuliah-kuliah di Indonesia, mereka lebih gencar memberikan pembekalan seperti ini,”

Rep; Nusaibah.

Post a Comment

0 Comments