Empat Mahasiswa Indonesia Raih IP Terbaik di Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar

Senin 14 Oktober 2019, Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar menggelar acara al-Yaum al-Wafa sebagai pembukaan semester ganjil 2019-2020 yang dirangkaikan dengan penghargaan kepada mahasiswa-mahasiswa terbaik dan para dosen yang tahun ini mencapai usia pensiun, bertempat Auditorium al-Dzahabi lantai dasar gedung Ushuludin.

Tampil di panggung utama para pembesar fakultas: Prof. Dr. Abdul Fattah Abdul Ghani al-'Awwari (Dekan), Prof. Dr. Abdullah Muhyi Azb (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan), Prof. Dr. Thaha Abdul Khaliq (Wakil Dekan Bidang Pascasarjana) dan Prof. Dr. Majdi Abdul Gaffar (Kepala Lembaga Akreditasi Fakultas Ushuluddin).

Sebagai pembicara inti terlihat tokoh legendaris yang dijuluki Fāris al-Lughah (ksatria berbahasa) Prof. Dr. Ahmad Umar Hasyim. Mantan rektor Universitas Al-Azhar berusia 78 tahun itu mengaku: "Tadinya pagi ini saya tiba-tiba sakit. Sempat berpikir menelpon dekan untuk mengonfirmasi bahwa saya berhalangan hadir. Tetapi saya berusaha untuk tetap hadir walaupun dengan kondisi seperti itu dengan kursi dorong. Tetapi Alhamdulillah, setelah memasuki pintu kuliah. Tiba-tiba saya merasa bugar. Kita percaya bahwa tempat ini berlimpahkan berkah."

Ada pemandangan yang membanggakan di saat digelarnya grand event yang meriah ini, disaksikan ribuan pasang mata dari berbagai Negara dipanggil sekitar 9 nama yang terdiri dari tiga posisi teratas di setiap tingkat dari lintas Negara. Hebatnya empat dari kesembilan mahasiswa yang diberikan penghargaan tersebut berasal dari Indonesia, yaitu:


1.       Abdul Karim Amrullah (Wafidin dengan nilai terbaik tingkat 1)

2.       Muhammad Nafis (Wafidin dengan nilai terbaik kedua tingkat 1)

3.       Khalilurrahman Zubaidi (Wafidin dengan nilai terbaik tingkat 3)

4.       Ali Muhammad Ibrahim (Peraih nilai mumtaz tingkat 3)
Pada acara sakral ini, setiap pembicara menyampaikan kata-kata tentang pesan-pesan kepada para pelajar, terutama untuk disiplin menghadiri perkuliahan.

Peraihan membanggakan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain, bahwa meraih nilai tinggi yang bersaing dengan mahasiswa dari Negara-negara tidaklah mustahil. Selain di Fakultas Ushuluddin juga beberapa mahasiswa meraih mumtaz di fakultas-fakultas lain.

Post a Comment

0 Comments