Departemen Keilmuan PPMI Tunda Daurah Ilmu Sharaf




Sebagai kelanjutan dari Daurah Intensif Ilmu Alat Volume 1 dengan Kitab al-Tuhfah al-Saniyyah yang terselesaikan selama rentang dua bulan, Departemen Keilmuan (DK) PPMI Mesir telah menyiapkan kelanjutan untuk program ini yaitu Daurah Ilmu Sharaf.

DK PPMI yang menggandeng Senat Lughah Arabiyah sebelumnya telah mendapatkan angin segar untuk dapat mempersembahkan program bermanfaat untuk pelajar ini. Tidak tanggung-tanggung, panitia menjalin kesepakatan dengan salah satu pengajar favorit yang tengah naik daun yaitu Syekh Fauzi Konate. Antusiasme masisir pun untuk mendaftar tinggi, sehingga mendapatkan 150 pendaftar dalam jangka 30 menit.

Setelah digelar Grand Opening pada Sabtu 9 November 2019 bersama Syekh Ayyub Al-Jazairi, program regular dijadwalkan akan berlangsung dengan intensitas dua kali pertemuan perpekan Jumat dan Sabtu, dimulai Jumat 22 November 2019 bertempat di Wisma Nusantara. "Pemilihan tempat ini agar lebih terasa ini sebagai program milik semua masisir dan wisma nusantara kita kembalikan sebagai jantung pergerakan kegiatan keilmuan." Ujar Menko I.

Jadwal ini pun ditunggu-tunggu Hari H nya oleh para peserta mengingat disiplin ilmu penting yang dipelajari jarang ditemui dalam durus talaqqi. Tetapi, Qadarullah, daurah yang ditunggu-tunggu ini harus dituda hingga selesainya ujian termin 1.

Berikut penjelasan resmi dari panitia:

1.      Syekh Fauzi Sidi Konate Hafizhahullah sebelumnya pada awal Bulan November telah mengonfirmasi untuk bisa mengisi daurah ini melihat semangat keikhlasan beliau untuk mengajar. Akan tetapi di pertengahan Bulan November (bertepatan dengan Rabiul Awwal) beliau dijejali kesibukan yang membuatnya tidak bisa diganggu. Bahkan tidak bisa dihubungi.
2.      Setelah menunggu adanya perkembangan baik hingga H-1 acara. Panitia memastikan daurah ini tidak bisa dimulai sesuai dengan waktunya dan telah menjelaskan kepada para peserta yang terkumpul di grup whatsapp.
3.      Agar tidak mengecewakan pendaftar dengan membatalkan daurah ini, panitia telah menyiapkan plan B yaitu mencari pengajar lain.
Menko 1 PPMI Mesir sebagai penanggung jawab telah menghadap kepada Syekh Ahmat al-Tijani al-Azhari yang juga terkenal dengan spesialisasinya dalam ilmu Bahasa Arab dan metode hebatnya dalam mengajar.
Syekh Ahmad menyambut bahagia permintaan itu, hanya saja beliau telah dipenuhi setiap harinya dengan jadwal mengajar di tiga muassasah. Dan beliau bersedia mengisi hari Jum'at. Tetapi karena daurah ini harus berlangsung intensif disebabkan target selesai sebelum tawaqquf ujian yang dijadwalkan awal Desember, maka kita menemukan titik kesepakatan untuk melangsungkan daurah ini pada libur ujian termin I.
4.      Karena memperhitungkan ini sebagai agenda terakhir sebelum tawaqquf ujian, panitia tidak lagi sempat mencari plan lain selain menunda setelah ujian ggar mahasiswa fokus mempersiapkan ujian.

Maka, atas nama panitia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para pendaftar atas penundaan yang di luar kehendak kita ini.


Post a Comment

0 Comments