Dalam Acara Bedah Tesis di KPJ, Saifullah Asmat Berikan Tips Menulis Tesis




PPMI, Kairo--Keluarga Pelajar Jakarta atau yang disingkat dengan KPJ bekerjasama dengan PPMI, Fakultas Dirasat Islamiyah (SEMA FDI), dan juga Tebu Ireng Center berhasil mengadakan acara 'Bedah Tesis' (20/02).

Acara yang berlangsung di KPJ tersebut berjalan lancar meski acara baru dimulai sekitar tiga jam mundur dari apa yang diagendakan, yakni sekitar jam tiga sore. Hal tersebut dikarenakan para hadirin yang terlambat.

Saat memberi sambutan, Asrorudin, Gubernur yang juga merangkap sebagai moderator pengganti itu menyampaikan bahwa acara Bedah Tesis tersebut diharapkan mampu menjadi agenda yang sering dilaksanakan oleh pengurus KPJ. 

Setelah pembukaan dan beberapa sambutan, agenda inti dalam Bedah Tesis tersebut dimulai oleh Saifullah Asmat Ali, MA. Saifullah sedikit bercerita terkait tema yang diusung olehnya yang diberi judul Ma'akhidz Ibn Al-Tharawah al-Nahwy (al-Mutawaffa Sanah 528 H) 'ala al-Nuhat fi Kitabihi 'Risalatu al-Ifshah bi ba'dli Ma Ja'a min al-Khatha'i fi al-Idlah Jam'an wa dirasatan.

Saifullah juga menceritakan tentang pengajuan temanya yang beberapa kali ditolak oleh Dosennya. Sebab itu, Saifullah menyarankan bagi yang akan menulis tesis di Azhar nantinya untuk melakukan dialog terlebih dulu dengan dosen-dosen senior. 

Setelah Saifullah, pembicara selanjutnya adalah Wirdah Fachiroh. Mahasiswi yang sedang mengambil progam S3 Prodi Bahas Arab dan Adab ini membuka pembicaraannya tentang sejarah perkembangan Nahwu dan para ulamanya. Kemudian ia menjelaskan metodologi dalam penulisan ilmiah, yakni: istiqra'i, tahlili, tarikhi, dan juga ada manhaj washfiy. Setelah menjelaskan metodologi, Wirdah mulai masuk untuk membedah tesis. Di antara catatan dari Wirdah untuk tesis yang sedang dibedah di hadapannya antara lain adalah perihal penyusunan masalah-masalah Nahwu dan Sharaf yang masih tercampur. Selain itu, Wirdah juga mengkritisi penyusunan bab yang terdapat dalam tesis.

Pembicara terakhir adalah  Erfidel Fajri, MA. Pembedah yang juga sedang S3 Prodi Bahasa Arab dan Adab, Jurusan kritik dan sastra ini mengkritisi judul yang terlalu panjang. Hal ini dikarenakan background beliau yang takhasus Balagah, yang mana lebih terbiasa dengan kalimat yang ringkas.

Acara dijeda dengan sholat Maghrib, kemudian dilanjutkan dengan kuis dan sesi bertanya bagi hadirin.


Rep: Nusaibah

Post a comment

0 Comments