Menggelar Tasyakuran Penerima Beasiswa, Sekolah Menulis Keluarga Mahasiswa Aceh Adakan Talk Show Buku “Butiran Hikmah dari Negeri Para Nabi” Terbitan Quanta dan Launching 31 Naskah Buku



PPMI, Kairo (22/20/2020)- Keluarga Mahasiswa Aceh mengadakan acara besar-besaran, antaranya khanduri tasyakuran penerima beasiswa, talkshow buku Butiran Hikmah dari Negeri Para Nabi dan launching buku sekolah menulis. Acara ini diketuai oleh sesepuh KMA, Ustaz Rif’at Zaky.

Acara ini dibuka umum untuk seluruh masyarakat KMA yang ada di Mesir. Selain itu, pihak panitia juga mengudang beberapa tamu undagan, yaitu Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, Arief Mughni Salam dan Ketua Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo (PMIK),  dalam hal ini diwakilkan oleh wakilnya, Ahmad Akbar Hakiki. 

Arif Mughni sebagai presiden PPMI Mesir mengucapkan rasa bangganya pada KMA dan seluruh anggotanya, terutama peserta sekolah menulis yang berhasil menyelesaikan 31 naskah buku. “Kita tahu bahwa di Mesir ada 16 kekeluargaan, seandainya buku murid sekolah menulis KMA yang launching tahun ini kita bagikan per satu bukunya ke masing-masing kekeluargaan, maka buku itu masih tersisa. Semoga ini menjadi panutan bagi teman-teman lainnya,” jelasnya.

Acara besar yang berlangsung di Meuligoe KMA, Nasr City, Kairo dimulai pada pukul 17.00 Clt. Gubernur Keluarga Mahasiswa Aceh, A’maril Basyiriy mengucapkan terima kasih banyak kepada para penerima beasiswa yang telah mensponsori berlangsunya acara ini. 

“Terima kasih banyak kami ucapkan kepada para penerima beasiswa, Alhamdulillah hari ini kita akan menikmati hidangan besar sebanyak 17 ekor kambing yang disedekahkan oleh para dermawan kita. Senior kita, Bang Rif’at Zaky menjadi ketua panitia acara sekaligus koki masak hari ini.”

Sebelum masuk ke agenda makan besar, Acara ini menyuguhkan talk show buku “Butiran Hikmah dari Negeri Para Nabi” yang menghadirkan tiga narasumber dari tim penyusun buku yang diterbitkan oleh media cetak Quanta, Yaitu Thaiburrifqi Ananda, Muhammad Shidqi dan Muhammad Syukran. Ustaz Aditya Wirawan menjadi moderator sekaligus memegang kendali pada acara talk show ini. 

Buku ini sendiri merupakan hasil karya tim sekolah menulis KMA, memuat antologi cerpen yang ditulis langsung oleh masyarakat KMA. Karya-karya terbaiklah yang dimuat dalam buku tersebut.  Sekarang, buku “Butiran Hikmah dari Negeri para Nabi” sudah dicetak sebanyak 1.500 eksemplar, tersebar di seluruh Gramedia di Indonesia.

“Kita melihat bahwa buku yang terbit di KMA belum bisa dinikmati oleh masyarakat yang ada di Aceh, karenanya kita mengambil inisiatif untuk mengirim buku antologi ini ke penerbit di Indonesia, Alhamdulillah setelah melalui berbagai proses, buku ini diterbitkan sebanyak 1.500 eksemplar, tersebar di seluruh Gramedia. Dan mungkin akan melakukan cetakan kedua beberapa bulan kedepan. Kalau kalian ingin membelinya di Mesir, silahkan hubungi Muhammad Shidqi,” Jelas Thaiburrifqi saat ditanya tentang alasan buku ini diterbitkan.

Tim penyusun juga menjelaskan trik mencari penerbit buku yang cocok kepada semua masyarakat yang hadir. Selain itu, ada juga give away instagram yang dibuat beberapa hari sebelum acara. Dalam kesempatan ini, Tim Penyusun memberikan dua buku gratis kepada dua orang pemenang, yaitu Haris Akbar Zahari dan Sukmawati Ramli.

Pada penghujung Talk Show, Tim penyusun menyerahkan buku “Butiran Hikmah dari Negeri Para Nabi” kepada PPMI Mesir, yang diterima oleh Arif Maulana dan kepada pihak PMIK Mesir, yang diterima oleh Ahmad Akbar Hakiki. 

“Selamat dan terima kasih kami ucapkan kepada KMA dan sekolah menulisnya, semoga karya ini menjadi amal jariyah serta motivasi untuk Masisir yang lain supaya lebih bersemangat lagi dalam berkarya. Bravo!” Ucap wakil ketua PMIK setelah acara tersebut.

Setelah talk show, acara dilanjutkan dengan launching buku karya murid sekolah menulis KMA. Tahun ini, KMA berhasil menerbitkan 31 naskah buku dari 30 murid sekolah menulis. Program yang dibuka pada tanggal 1 Agustus 2019 ini menorehkan sejarah baru di KMA dengan menerbitkan 31 buku, jumlah terbesar selama KMA berdiri. Sekolah menulis sendiri merupakan program tahunan yang dilaksanakan oleh KMA. Muhammad Mutawalli Taqiyuddin, yang merupakan kepala sekolah menulis KMA 2019/2020 merasa sangat bangga dan berterima kasih banyak kepada para pembimbing.

“Terima Kasih kepada para pembimbing dan seluruh tim. Kepada murid-murid, jangan berhenti, kita akan adakan edit besar-besaran untuk semua naskah. Semangat untuk mencari penerbit. Saya terharu, bangga di hati saya. Rasanya ingin nangis, ya tapi karena sudah lama tak keluar air mata, jadi susah,” kata Kepala Sekolah Menulis, Mutawalli.

Nafis Akhtiar, mewakili penerima beasiswa BPSDM ikut memberikan kata terima kasih dan menjelaskan kronologi mengapa acara ini dibuat. “Mungkin hari ini kami yang dapat rezeki lebih, esok kalian. Semua bisa, tapi rasanya tidak enak menikmati rezeki ini sendiri, oleh karena itu kami membuat acara khanduri ini dengan menyuguhkan 17 ekor kambing. Selamat menikmati,” jelasnya.

“Sedikit kami jelaskan, KMA tidak pernah meminta sumbangan ini kepada pihak mana pun. Ini murni dari inisiatif dan hasil musyawarah semua mahasiswa Aceh penerima BPSDM. Terima kasih kami ucapkan,” Jelas Tgk. Azwani kepada selruh warga KMA.

Acara KMA ini diakhiri dengan menikmati hidangan kari kambing khas Aceh. Para Mahasiswa Aceh menganggap ini adalah acara reuni terbesar yang dibuat oleh KMA. “Terima kasih kepada semua pihak, acara ini adalah reuni keluarga besar Aceh, apa lagi kena kari kambing kampung,” ucap Abkarul Aufa, salah satu mahasiswa Aceh di Mesir.

Post a comment

0 Comments