Melalui Workshop Jurnal Ilmiah, Kabinet Improvement Umumkan Reinkarnasi Jurnal HIMMAH Terbitan 2020

Dua Narasumber, Presiden PPMI Mesir, Menko I PPMI Mesir, Moderator berfoto bersama para kontributor dalam Jurnal HIMMAH Terbitan 2020.

 

Latar Belakang

Mahasiswa Indonesia di Mesir yang diproyeksikan kelak setelah kembali mengabdi di Tanah Air siap terjun dan memiliki daya saing dengan kaum intelektual di tengah civitas akademika, maka diperlukan untuk memenuhi Tri Darma Perguruan Tinggi: 1) Pendidikan dan Pengajaran, 2) Penelitian dan Pengembangan, dan 3) Pengabdian kepada Masyarakat. Untuk mewujudkan rukun kedua dari Tri Darma tersebut, PPMI Mesir mendorong dan mewadahi penelitian dan pengembangan mahasiswa di sini melalui penerbitan Jurnal HIMMAH.

Setelah berikhtiar mereinkarnasikan eksistensi Jurnal HIMMAH yang sempat mati suri selama lima tahun, Departemen Keilmuan PPMI Mesir pada periode 2019/2020 berhasil membukukan ontologi makalah karya mahasiswa dalam satu buku jurnal. Pada perjalanan melakukan ikhtiar ini, pada realitanya banyak dinamika dan kendala yang ditemukan di lapangan, mulai dari nampaknya kesurutan kesadaran mahasiswa akan urgensi publikasi karya ilmiah, kekurangan SDM yang mampu menulis jurnal ilmiah sesuai standar, serta otokritik di dalam tubuh PPMI Mesir sendiri dalam pengelolaan sistemnya.

Maka untuk membawa ke arah progresif pada regenerasinya di masa mendatang, perbaikan sistem pengelolaan sehingga dapat terbit secara teratur dengan target intensitas dua kali pertahun, Departemen Keilmuan mengadakan Workshop Jurnal Ilmiah dengan menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang ini yaitu:

1)   Narasumber I: Dr. Rizzaldy Satria Wiwaha, M.Hum.
Pakar argumentologi, peraih doktoral pada konsentrasi Bahasa dan Sastra Arab dari Universitas Liga Arab, ketua Ikatan Kandidat Doktor MoRA-Se Timur Tengah, serta telah berpengalaman dalam jurnal ilmiah, baik secara teoritis dengan banyak mengikuti pelatihan bertaraf nasional maupun internasional, maupun pada tataran praktis melalui karya-karyanya yang telah terpublikasi dalam jurnal-jurnal terakreditasi.
2)   Narasumber II: Ahmad Faris, S.S.I, Lc., Dipl.
Kandidat Magister Dirasat Islamiyah wal Arabiyah Universitas Al-Azhar dengan kredibilitas yang telah terasah semenjak menjadi mahasiswa di PTIN ternama di Indonesia, serta penelitian lapangan yang pernah dilakukan di tengah masisir.
3)   Moderator: Abdul Fattah Amrullah.
Mahasiswa tingkat akhir Fakultas Syariah Islamiyyah yang kaya pengalaman di bidang literasi dan jurnalistik, melalui kiprahnya berkhidmah dalam pengelolaan media, mulai dari Informatika, Manggala, serta fungsi media di PPI  Dunia.

Tujuan

1)    Menyadarkan urgensi karya ilmiah dalam dunia akademik, terutama kebaikan karier sebagai dosen di masa mendatang misalnya sebagai syarat yang harus terpenuhi dalam promosi kenaikan jabatan.
2)    Memantik potensi pegiat kajian masisir dalam publikasi karya ilmiah melalui jurnal.
3)    Menciptakan kultur dan spirit research and development, terutama dengan sistem pendidikan di Universitas Al-Azhar yang belum menggalakkan penulisan karya ilmiah pada tingkat strata 1.
4)    Sebagai gaung kembalinya penerbitan Jurnal HIMMAH pada periode PPMI Mesir 2019/2020, di antaranya melalui apresiasi para kontributor.
5)    Mengkader asset bangsa pemuda yang tengah menempuh studi di Mesir untuk menjadi generasi yang cerdas, kritis dan dengan kepekaan sosial tinggi dengan mampu memecahkan masalah secara metode ilmiah agar dapat memberikan solusi yang terbaik demi kamajuan bangsa.

Peserta

Peserta yang hadir dalam acara ini adalah undangan dari perwakilan lembaga-lembaga kajian yang ada di masisir. Setelah dikirimkan surat undangan permohonan delegasi beberapa hari sebelum berlangsungnya acara.

Realisasi Acara

Aula KM-NTB Mesir, Nasr City (Sabtu, 14 Maret 2020) | Acara dimulai tepat pada pukul 16.00 CLT. Dibuka oleh master of ceremony Khalilurrahman. Sambutan pertama disampaikan oleh ketua panitia acara Thariqulfakhri Rizqullah, dalam sambutannya itu dia yang juga bertindak sebagai pimpinan redaksi berbagi cerita tentang proses yang dilakukan dalam mengontrol penulisan tim redaktur untuk dapat mengumpulkan sesuai deadline.

Sambutan kedua disampaikan oleh Presiden PPMI Mesir Arief Mughni, dengan menyampaikan terimakasih kepada para narasumber atas kesediaan, kepada para hadirin, serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang turut andil dalam menyukseskan.

Acara inti dikawal oleh moderator Abdul Fattah Amrullah menggugah naluri audiens dengan mengetengahkan stigma yang sering dilemparkan pada mahasiswa Timur Tengah dengan miskin metodologi, pergeseran minat pada dunia kajian setelah gerakan massif masisir menuju talaqqi
.
Narasumber pertama Ahmad Faris, Lc., Dipl., melalui slidenya menyampaikan metodologi penyusunan karya ilmiah, kerangka, serta format penulisan yang tepat. Faris mengungkapkan keunggulan masisir akan kekayaan referensi dan keluasan wawasan yang perlu  dilengkapi  dengan metodologi yang matang, dengan mampu membahasakan ulang sintesa yang didapatkan dari keluasan membaca referensi, dengan amanah ilmiah dan dapat dipertanggung-jawabkan.

Alumni UIN Syarif Hidayatullah yang juga nyantri di Darus Sunnah Ciputat itu juga menganjurkan masisir untuk mengikuti jurnal-jurnal nasional dan internasional. Bahkan karena telah menjadi kebutuhan pokok, mahasiswa di Indonesia berlangganan secara berbayar untuk mendapatkan jurnal-jurnal yang teraktual dan masih segar.

Narasumber selanjutnya Dr. Rizzaldy Satria Wiwaha, menyampaikan ilmu argumentologi sebagai cabang ilmu linguistik yang masih segar. Teori ini penting diterapkan dalam penyusunan jurnal, mulai dari pengangkatan topik, pemilihan redaksi judul yang menarik, serta pengurutan ide menjadi sistematis.

Terkait pengelolaan, Dr. Rizzaldy sebagai senior masisir mengisahkan tentang masa-masa aktifnya jurnal ini sehingga pada suatu ketika tersendat akibat misskomunikasi antara mahasiswa dengan atase pendidikan yang menjabat saat itu. Serta mendorong dalam pengelolaanya agar jurnal memiliki reviewer yang kredibel, agar memudahkan jurnal sampai ke taraf terakreditasi dan mendapatkan kode seri ISSN.

Sesi tanya jawab berlangsung menarik. Lukman Hakim Rohim (Koor. Lakpesdam PCINU Mesir) kenanyakan kebingungan-kebingungan mahasiswa di Timur Tengah untuk menyesuaikan selera pembaca serta, sedangkan itu bukan bidang spesialisasinya. Dalam jawabannya, Dr. Rizaldy mengungkapkan pentingnya masisir mem-branding dirinya dengan spesialisasi yang ia miliki.

Penanya kedua, Abdul Karim Abhaka bercerita tentang makalah-makalah ilmiah yang disusun oleh komunitasnya di Nun Center, setelah diperiksa oleh pembesar UNIDA yang datang ke Mesir mengatakan bahwa secara substansi bagus, hanya perlu dipoles dalam metodologi. 

Dalam jawabannya pemateri mengusulkan PPMI Mesir untuk dapat bekerjasama dengan KBRI Kairo untuk dapat mendatangkan guru-guru besar dari Universitas di Indonesia untuk memberikan short course tentang kuliah metodologi.

Agenda terakhir acara pemberian apresiasi kepada kontributor yang telah menyumbangkan makalah ilmiahnya dalam jurnal terbitan ini yang terdiri dari tujuh orang:

1)    Thoriqulfakhri Rizqullah
2)    Hamidatul Hasanah
3)    Muchammad Faiz Ubaidillah
4)    Lukman Hakim Rohim
5)    Muhammad Syadidul Isytiher
6)    Taufan Fuad Ramadhan
7)    Zahirotul Muniroh Hasanah



Post a comment

0 Comments