Sambut Ramadhan, Duta Besar RI dan Syekh ‘Alaa Sampaikan Tiga Pesan Penting Ini



Kairo | Jum’at, 24 April 2020. Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1441 H, yang telah ditetapkan pemerintah setempat dimulai dengan terbenamnya matahari pada tanggal 23 April 2020, KBRI Cairo bersama PPMI Mesir melaksanakan agenda Tarhib Ramadhan 1441 H secara daring. Acara ini dilaksanakan tepat setelah masuknya tamu agung Bulan Suci Ramadhan, Kamis, 23 April 2020, dari pukul 20.00 CLT sampai dengan pukul 20.45 CLT.

Acara yang berlangsung selama 45 menit ini, langsung diisi oleh Bapak Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Arab Mesir, Bapak Drs. Helmy Fauzy. Beliau didampingi oleh Guru Besar, Syekh ‘Alaa Musthafa Na’imah yang berdomisili di Alexandria. Keduanya menyampaikan nasehat-nasehat yang singkat namun sangat berharga untuk para Warga Indonesia di Mesir, khususnya untuk para mahasiswa dan pelajar Indonesia di Mesir.

Acara dimoderatori oleh Menteri Koordinator 1 PPMI Mesir, Muhammad Zainuddin Ruslan, Mahasiswa tingkat akhir Universitas al Azhar, Fakultas Ushuluddin, Jurusan Hadits. Zainuddin membuka acara ini dengan mengajak para penonton untuk Bersama membaca do’a melihat hilal. Kemudian setelah menjelaskan sedikit banyak perbedaan yang sedang dihadapi kaum muslimin di dunia dalam melaksanakan ibadah puasa tahun ini, beliau berterima kasih kepada Bapak Duta Besar yang sudah dianggap sebagai ayahanda mahasiswa perantauan di Mesir, telah menyempatkan waktunya di tengah kesibukan yang padat.

Berikut ulasan nasehat dari Bapak Helmy Fauzy:


  1. Bersama mematuhi apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Mesir dalam keadaan seperti sekarang, karena sudah barang tentu, tuan rumah lebih mengetahui keadaan rumahnya daripada kita sebagai tamu di Bumi Para Nabi ini.
  2. Menjalankan apa yang sudah para ulama jelaskan, yakni mencegah kerusakan didahulukan daripada mewujudkan kemaslahatan, maka walaupun banyak kemaslahatan yang ingin kita raih Ketika bulan suci Ramadhan ini, seperti shalat tarawih di mesjid, bersilaturahmi, dan lain sebagainya. Namun karena adanya wabah penyakit yang bisa menyebabkan banyak kerusakan, maka stay safe dan stay home adalah jalan yang paling tepat.
  3. Beliau mengajak para mahasiswa dan seluruh warga negara Indonesia di Mesir untuk tidak patah semangat, dan tetap mencari kebaikan sebanyak-banyak nya dalam bulan suci Ramadhan ini. Maka walaupun kita tidak bertemu langsung atau tidak bisa Bersama meramaikan bulan suci ini, namun sudah seharusnya tetap kita jadikan bulan suci Ramadhan ini sebagai momen untuk intropeksi diri dan transformasi untuk semakin baik.
  4. Pesan untuk selalu menjaga Kesehatan dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Syekh ‘Alaa Musthafa Na’imah dan PPMI Mesir menjadi penutup nasehat beliau di agenda ini.

Nasehat Syekh 'Ala

Syekh ‘Alaa Musthafa Na’imah juga memberikan 3 nasehat yang sangat penting kepada seluruh muslimin, khususnya kepada pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir.
  1. Pertama, Beliau mengajak untuk mengingat kembali, bahwa Allah memberikan karunia terbesar Nya dengan mengirimkan kekasih beliau Nabi Muhammad SAW kepada kita semua, umat muslimin. Karena berkat Rasulullah lah kita mendapatkan keberkahan yang luar biasa, kita mengerjakan hal yang sedikit, akan tetapi Allah memberi ganjaran yang luar biasa. Beliau memberikan permisalan dengan fadhilah bulan Ramadhan,umat Nabi Muhammad SAW yang mengerjakan shalat sunnah diberikan ganjaran seperti shalat fardhu, dan barangsiapa yang mengerjakan shalat fardhu di bulan Ramadhan, Allah berikan ganjaran seperti tujuh puluh kali shalat fardhu. Maka beliau mengajak kaum muslimin untuk mengambil berbagai kebaikan di bulan suci Ramadhan ini.
  2. Kedua, Beliau berpesan bahwa Bulan Suci Ramadhan ialah Bulan al Qur’an, maka jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa kita bersungguh-sungguh dalam melantukan al Qur’an dan menghafal serta mengulangi hafalan tersebut. Beliau juga turut mendo’akan, semoga cahaya al Qur’an menjadi penerang dalam kehidupan kita.
  3. Ketiga, sebagaimana jasmani yang memerlukan gizi dan nutrisi yang baik, maka rohani juga memerlukan gizi dan nutrisi. Oleh karena itu beliau berpesan kepada seluruh yang menyaksikan agenda ini, untuk memenuhi gizi dan nutrisi rohani, yaitu dengan cara khusyu’ (merasa nyaman) dalam beribadah. Baik dalam berdo’a, dzikir dan ibadah apapun maka hadirkanlah hati kita dalam beribadah kepada Allah SWT. Do’a beliau agar kita dilindungi dari wabah penyakit dan segala marabahaya, serta ucapan terima kasih menjadi kata penutup dalam nasehat beliau.


Canda tawa yang sangat khas juga hadir dalam agenda ini, di tengah diskusi, Syekh Alaa yang merupakan warga Mesir asli dan berbahasa arab, mennyampaikan terima kasih memakai Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris, “I’m very happy to see you, terima kasih”,  spontan Pak Dubes pun menjawab, “so I am, thank you very much”. Bukan hanya itu, Syekh ‘Alaa juga memohon izin bahwa walaupun beliau jasadnya Mesir, namun hati beliau Indonesia. Pembawaan moderator yang penuh dengan wibawa, juga caranya membuat kesimpulan sederhana membuat agenda berlangsung khidmat. Semoga Allah selalu memberkahi keamanan, Kesehatan dan kesejahteraan untuk kita semua, Amiin ya Rabbal ‘alamin.

---
Rep: Arief Mughni.

Post a comment

0 Comments