PPMI Mesir Bersinergi Membuat Relawan Covid-19


Kairo, ppmimesir.id—Merujuk pada data yang dihimpun dari akun Instagram @indonesiacairo terdapat 5 WNI terjangkiti positif Covid-19 di Mesir, 1 orang dikabarkan sembuh dan 4 orang pulang ke Indonesia. Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir bekerjasama dengan Wihdah dan Kekeluargaan Nusantara melakukan rapat gabungan, serta membentuk tim Relawan Covid-19 pada pukul 14:00 WLK, di Pasanggrahan KPMJB (17/6/2020).

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Badan Pengurus Harian PPMI Mesir, Wihdah serta perwakilan dari 15 kekeluargaan. Dibuka dengan sambutan Presiden PPMI Mesir, Farhan Azis Wildani yang menegaskan bahwa pembentukan tim ini bertujuan untuk bersinergi bersama dan membantu dalam penanganan Covid-19. Karena meninjau dari realita lapangan yang semakin banyaknya orang teridentifikasi Covid-19, maka dengan kesadaran kekeluargaan sesama, kita memerlukan aksi cepat tanggap untuk menanggulangi covid ini.

Tim ini terdiri dari dua orang perwakilan setiap kekeluargaan yang dinakodai oleh Kemenko 3 PPMI Mesir, Div. Kesehatan. Dalam proses pembentukan tugas tim dan langkah yang akan diambil, dialektika berjalan begitu hangat dengan menghasilkan beberapa poin untuk kemaslahatan bersama. Salah satunya, tim akan menggalang dana sosial kepada seluruh Masisir dengan nominal seikhlasnya. Dana tersebut akan disalurkan kepada kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) dan kontak erat dalam bentuk bahan-bahan pokok dan suplemen. Relawan pun ditugaskan untuk mengawasi dan memenuhi keperluan mereka.

M. Syahran Hidayat selaku Menko 3 mengajak tim untuk menyebarkan edukasi terhadap Masisir, khususnya asimptomatik dan kontak erat terkait penyakit tersebut. Tidak jua itu, karena dalam permasalahan ini dokterlah yang berkompeten, maka ia mengajak Masisir untuk memanfaatkan tim medis yang telah disediakan.
Untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan, Presiden PPMI Mesir menekankan kepada tim untuk mendata setiap anggota kekeluargaan yang akan pulang ke Indonesia dan melaporkan kesehatannya, hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi kecolongan dalam perpulangan WNI. 

"Bahwasanya setiap dari kita dan semua elemen mempunyai tugas masing-masing, dan kami sedang mengusahakan untuk memaksimalkannya," ujar Afkar Fathoni selaku Sekjend PPMI Mesir di penghujung acara. Rapat pun ditutup pukul 17:00 WLK dengan hidangan yang telah disiapkan.


Rep: Wijaya

Post a comment

0 Comments