Budaya Indonesia Disambut Meriah di Kairo











Sebagai penutupan aksi turun ke jalan dalam mempromosikan budaya Indonesia di Mesir, PPMI Mesir adakan malam puncak Atmosphere of Indonesia pada kamis malam sore (7/19) di Internasional Garden Kairo.
Program yang tergolong unik ini mendapatkan antusias luar biasa dari publik Mesir. Pasalnya selama 4 bulan, terhitung sejak bulan April 2018, mahasiswa Indonesia di Kairo secara konsisten mengadakan pertunjukan di jalanan dan taman-taman yang ada di Kairo.
Kesenian seperti tari Zapin, Tor-Tor, Saman, dan juga seni musik seperti panting, marawis dan angklung secara terus menerus menyapa warga Kairo di berbagai tempat.
“Kita bawa konsep seperti Flash mob ya, jadi beragam tarian dan kesenian Indonesia kita tampilkan secara tiba tiba atau kejutan bagi publik Mesir yang sedang lalu lalang ataupun sedang menghabiskan senja di taman-taman Kairo,” ujar pangeran Arsyad Ihsanulhaq, Presiden PPMI Mesir.
Ia menambahkan setiap turun ke jalan setidak-tidaknya dapat menarik 500 orang untuk menyakiskan pertunjukkan tersebut. Ditambah kehadiran mahasiswa dan mahasiswa yang didandan sedemikian rupa menggunakan baju adat Indonesia yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi publik Mesir untuk ikut menyaksikan dan berusaha berfoto dengan tim Indonesian Atmospehre.
Pangeran menambahkan, kehebohan acara semakin menjadi-jadi ketika ketika tim Atmosphere of Indonesia mengadakan lomba rakyat bagi warga Mesir. Yang paling menjadi favorit adalah ketika warga Mesir diajak untuk berpartisipasi dalam lomba tarik tambang dan juga balap karung. Rakyat Mesir yang belum pernah memainkan hal ini menjadi sangat antusias bahkan tidak mau berhenti.
“Iya kita sempet kewalahan yah Cuma kita juga jadi gregetan ngeliat mereka semangat banget pas lomba tarik tambang dan juga balap karung” ujar Ridha Humaidi koordinator bagian acara mengenang penyelenggaraan Indonesian Atmosphere ini.
Pangeran juga menambahkan bawa acara turun ke jalan ini adalah sebenernya program yang sangat mudah untuk mengenalkan Indonesia, “kita gak perlu banyak keluar uang, tapi orang bisa menikmatinya secara luas dan insyaallah program ini akan menjadi paten dalam program di PPMI Mesir kedepannya akan lebih banyak lagi tempat yang kita datangi, dari mall sampai ke sekolahan” ujar mahasiswa program magister di Universitas al-Azhar, Kairo ini.

Post a Comment

0 Comments