Dauroh Fikih Wanita, Ani Mulyaningsih Himbau Perempuan Agar Faham Hukum Agama


Reporter: M. Chalilullah Habibie

Ppmimesir.id, Kairo-- Mahasiswi asal Sumatera Utara di Mesir gelar kajian Fikih Mazhab Syafi’i di Aula Bagas Godang, Mutsallas, Kairo, pada Minggu, (09/9). Kegiatan itu merupakan pertemuan pertama dengan rujukan buku Fiqh Wanita Seputar Hukum Haid, Nifas dan Istihadhoh karangan Ani Mulyaningsih, Lc. yang merupakan pengajar dauroh tersebut.

Ketua Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Sumatera Utara (PPM SUMUT) Siddik Sipahutar dalam sambutannya menghimbau kepada seluruh mahasiswi yang berasal dari Sumatera Utara agar mendalami ilmu fikih wanita. “Mari kita hidupkan kajian mengenai hukum wanita yang banyak menjadi permasalahan di tengah umat dan masyarakat Indonesia. Wanita adalah kunci kebaikan suatu umat, wanita bagaikan batu bata, karena ia membangun generasi manusia, maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi, namun sebalikanya, jika wanita rusak maka rusak pula lah generasi tersebut,” ujarnya.

Dihadiri puluhan mahasiswi Indonesia dari berbagai daerah, dalam pertemuan tersebut  Ani Mulyaningsih selaku pemateri berpesan kepada para wanita agar dapat membedakan macam-macam darah yang keluar dari rahim wanita. “Perempuan harus bisa membedakan darah haid dan darah fasad, mengetahui berapa lama masa suci dan masa haid, dan hukum yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. Wanita juga harus paham hukum agama,” ujarnya.

Dauroh itu tidak hanya dikhususkan untuk mahasiswi kekeluargaan PPM SUMUT saja, tetapi juga  untuk mahasiswi dari organisasi kedaerahan lainnya. Adapun pembahasan yang disampaikan pada pertemuan itu adalah mabadi al-asyroh atau  pengenalan dasar ilmu tersebut beserta hukum dan manfaatnya, serta pengertian haid, nifas, dan insihadoh.

Kegiatan tersebut rencananya akan diadakan rutin mingguan dengan beragam pembahasan seputar wanita yang berkaitan dengan haid, nifas, dan istihadoh.


Editor: Kholifatunnisa

Post a Comment

0 Comments