Peringati Maulid Nabi, Ribuan Orang Padati Al-Azhar University Teaching Staff Club


Ppmimesir.id, Kairo-- Ribuan orang peringati Maulid Nabi Muhammad di Al-Azhar University Teaching Staff Club, Kairo, pada Selasa (27/11). Diadakan oleh Sahah Indonesia bekerja sama dengan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, pesertanya didominasi oleh Mahasiswa Indonesia, masyarakat Mesir, dan sisanya merupakan mahasiswa maupun warga negara dari negara asing lainnya.

Peringatan hari kelahiran Rosulullah Muhammad itu dihadiri oleh para donatur Sahah Indonesia Syekh Hasyim Mihdor, Syekh Muhammad Mahmud Abu Hasyim, dan Syekh Ahmad, serta Mufti Iraq Syekh Toha Ar-Rifai, Syekh Umar Hasyim, Syekh Fathi Abdurrohman Hijazy, dan Ulama dari Iraq Syekh Ahmad Sattar. Diawali dengan menghatamkan 30 juz Al-Quran, kemudian pembacaan tahlil, Qosidah Jaliyatul Kudri, Manaqib Sayyid Syuhada, Simutudduror, dan Solawat Nabi dengan selingan berupa ceramah agama maupun nasyid islami, dan ditutup dengan pembacaan doa oleh Syekh Hasyim Mihdor.

Dimeriahkan dengan grup nasyid Mar'asyili dari Syiria, An-Nahdah, dan Al-Mukhtar Al-Indunisi, even tersebut juga dihadiri oleh Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo Usman Syihab.

Ketua Sahah Indonesia, Muhammad Muflihun mengatakan acara tersebut merupakan agenda rutin yang digelar tiap tahun dengan tujuan menambah cinta kepada Rosulullah dengan bersolawat dan membaca syair Arab yang berisi kisah perjalanan hidup Rosulullah SAW.

"Sebagai ungkapan kebahagiaan atas  kelahiran nabi dan mengajak para pelajar untuk lebih mencintainya dengan banyak menyebutnya," ujar mahasiswa program pascasarjana tersebut.

Adapun Syekh Rofiq Toha Ar-Rifa'i dalam tausiahnya menyampaikan bahwa membaca Solawat kepada Rosulullah memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan pembacanya baik ketika masih hidup ataupun saat sudah di liang kubur.

"Perbanyaklah solawat kepada nabi, karena manfaatnya terasa bahkan sampai pembacanya sudah wafat. Solawat dapat membuat jasad seseorang di kubur beristirahat dengan tenang, yakni menjadi ampunan dan kasih sayang Allah, solawat juga dapat menyelamatkan kita di Jembatan Sirotol mustaqim kelak," ujar ulama sekaligus Mufti Iraq tersebut.

Selain itu, para hadirin juga disuguhi snack, halawiyat, buah-buahan, dan nasi basmati di penghujung acara.








Post a Comment

0 Comments